Report DOWNLOAD PDF. Darman dan Darmin. Cerita Rakyat dari DKI. Ditulis oleh. Juhriah. DARMAN DAN DARMIN Penulis : Juhriah Penyunting : Kity Karenisa Ilustrator : Maria Martha Parman Penata Letak : Papa Yon Diterbitkan pada tahun 2016 oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Jalan Daksinapati Barat IV Rawamangun Jakarta Timur Hak Cipta Sejarah Kebudayaan dan Adat Istiadat Suku Alor yang berasal dari Nusa Tenggara Timur. Alor adalah kabupaten yang terletak di Nusa Tenggara Timur, ibukota dari provinsi ini adalah Kalabahi. Alor merupakan kepulauan disebelah selatan pulau Alor adalah Timor Leste dan Selat Ombay, dibagian Utara Alor berbatasan dengan Laut Flores, di bagian Barat DownloadEbook 14 Cerita Rakyat Melayu Butang EmasMALAYSIA TERBAIK 2019 14 Cerita Rakyat Melayu Butang 14.CERITA RAKYAT Di antara prosa khazanah Kepulauan Riau ialah cerita rakyat dan cerita tulisan para penulis daerah ini,baik lama maupun baru. Berikut ini disajikan beberapa contohnya. Page 10/42 MarthaChristina Tiahahu (lahir di Nusa Laut, Maluku, 4 Januari 1800 - meninggal di Laut Banda, Maluku, 2 Januari 1818 pada umur 17 tahun) adalah seorang gadis dari Desa Abubu di Pulau Nusalaut. Lahir sekitar tahun 1800 dan pada waktu mengangkat senjata melawan penjajah Belanda berumur 17 tahun. Ayahnya adalah Kapitan Paulus Salahsatunya adalah dengan mengadu di atas gelombang pantai di laut. Ternyata, dari sekian banyak lelaki yang beradu kesaktian, tak seorang pun mampu mengalahkan Putri . Mereka akhirnya menjadi pengikut setia yang selalu mengawal Sang Putri ke mana pun dia pergi. Suatuwaktu, ada keluarga miskin yang tinggal di dekat Sungai Sawing. Sang istri bernama Inaq Lembain dan sang suami bernama Amaq Lembain. Mereka memiliki dua anak yang masih kecil. Pekerjaan mereka adalah buruh tani. Suatu hari Inaq Lembain menumbuk padi di sawah. Kedua anaknya ikut dan duduk di atas batu dekat tempatnya bekerja. WajibTahu Jejak Sejarah Gedung Pertama Tempat Pengibaran Bendera Merah Putih Di Ja https:// via . @khoirulamin77. 2:20. 6 views. 4. 4. Pakar SEO Indonesia Retweeted. Pakar SEO Indonesia. CheckPages 101-150 of Cerita Rakyat NUSA TENGGARA BARAT in the flip PDF version. Cerita Rakyat NUSA TENGGARA BARAT was published by PERPUTAKAAN SMAN 1 SERUWAY on 2021-09-03. Find more similar flip PDFs like Cerita Rakyat NUSA TENGGARA BARAT. Download Cerita Rakyat NUSA TENGGARA BARAT PDF for free. fv2tV. Banyak sekali cerita rakyat di Negara kita, salah satunya adalah Legenda Pulau Senua. Ada pelajara yang bisa di petik dari cerita rakyat ini. Yuk kita ceritakan untuk si kecil berbagai legenda yang ada di negara kita. Pulau Senua Senoa adalah pulau terluar Indonesia yang terletak di laut laut Cina Selatan yang berbatasan dengan negara Malaysia timur Kalimantan Utara. Pulau Senua ini merupakan wilayah dari kabupaten Natuna, provinsi Kepulauan Riau. Alkisah pada jaman dahulu di Natuna, hiduplah sepasang suami istri yang selalu didera kemiskinan. Kehidupan mereka tak pernah membaik sejak menikah. Karena ingin merubah nasib, pasangan suami istri itu memutuskan untuk merantau ke Pulau Bunguran yang terkenal akan kekayaan lautnya. Ketika telah tiba di Pulau Bunguran, sang suami yang bernama Baitusen bekerja sebagai nelayan seperti halnya penduduk asli pulau itu. Sehari hari Baitusen mencari kerang dan siput. Sang istri yang bernama Mai Lamah bekerja membantu suaminya membuka kulit kerang yang akan dijual sebagai bahan baku perhiasan. Baitusen dan Mai Lamah sangat kerasan tinggal di Pulau Bunguran. Selain penduduknya yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan terhadap sesama, kehidupan mereka juga lebih baik dibanding sewaktu menetap di Natuna. Baitusen bekerja dengan penuh semangat. Daerah tangkapan siput dan kerangnyapun semakin hari semakin jauh. Semangat Baitusen untuk merubah nasib keluarganya semakin besar takkala Mai Lamah mulai mengandung. Ia tak ingin anaknya nanti menderita seperti yang pernah ia rasakan bersama istrinya. Pada suatu ketika tanpa sengaja, Baitusen menemukan lubuk teripang yang berisi ribuan ekor teripang. Para tetangga menyarankan Baitusen untuk mengeringkan teripang teripang itu dan menjualnya kepada para pedagang yang datang dari Cina. Harga teripang kering di Cina sangatlah mahal. Karena itulah para pedagang Cina bersedia membelinya dengan harga tinggi. Apa yang dikatakan tetangga Baitusen bukanlah isapan jempol belaka. Baitusen memperoleh banyak uang dari hasil penjualan teripang keringnya. Dalam waktu sekejap, Baitusen dan Mai Lamah berubah menjadi orang kaya di Pulau Bunguran. Semenjak itu, Baitusen tak pernah lagi mencari siput dan kerang, Ia terus memburu teripang setiap hari. Uang yang diperolehnya dipergunakannya untuk membeli perahu yang lebih besar. Karena nasibnya yang mujur, Baitusen selalu memperoleh teripang dalam jumlah besar. Hanya dalam waktu singkat, Baitusen dan Mai Lamah terkenal sebagai pedagang teripang yang kaya raya. Kekayaan yang diperoleh suaminya, rupanya membuat Mai Lamah lupa daratan. Bukan hanya dandanannya yang berubah bak seorang nyonya, perangainyapun ikut berubah. Mai Lamah kini bukanlah Mai Lamah yang dulu. Ia berubah menjadi seorang wanita yang sangat sombong dan kikir. Mata hatinya seakan tertutupi oleh silaunya harta. Ia bukan hanya menolak tetangganya yang datang meminta bantuannya, melainkan juga menghina mereka. Teguran Baitusen agar Mai Lamah merubah sikapnya sama sekali tak dihiraukannya. Para tetangga mulai menjauh dari Baitusen dan Mai Lamah. Mereka enggan untuk sekedar bertegur sapa dengan suami istri itu. Meski demikian Mai Lamah tak jua berubah. Ia justru merasa beruntung tak ada lagi orang yang datang ke rumahnya untuk meminta bantuan. Hari berganti hari, waktu berjalan begitu cepat. Tak terasa tibalah saatnya Mai Lamah untuk melahirkan. Baitusen merasa sangat bingung ketika istrinya itu berteriak teriak kesakitan. Segera saja Baitusen meminta pertolongan kepada para tetangga. Rasa sakit hati membuat tak seorangpun di Pulau Bunguran yang mau menolong, bahkan dukun beranakpun menolak untuk menolong Mai Lamah. Baitusen sungguh tak tega melihat Mai Lamah kesakitan. “Ayolah kita berangkat ke pulau seberang ,dik..”, katanya kepada Mai Lamah. “Abang dengar disana ada seorang dukun beranak…”, tambahnya lagi sambil memapah Mai Lamah. Meski sedang menahan rasa sakit yang luar biasa, Mai Lamah masih saja teringat akan harta bendanya. “Jangan lupa bawa semua emas kita, bang..”, katanya kepada suaminya. Baitusen menurut saja kata kata istrinya. Ia segera mengambil semua emas mereka dan kembali memapah Mai Lamah ke perahu. Baitusen mulai mendayung perahunya. Arus air dari arah pulau yang dituju membuat perahunya berat untuk dikayuh. Belum lagi emas yang mereka bawa membuat perahu itu semakin terasa berat. Meski Baitusen telah mendayung dengan sekuat tenaga, perahunya hanya melaju perlahan. Semakin ke tengah laut, ombak yang datangpun semakin besar. Baitusen mulai kehabisan tenaga. Air laut yang masuk ke dalam perahu membuat Mai Lamah menjerit ketakutan. “Awas bang… kita bisa tenggelam…”, teriaknya panik. Ketakutan Mai Lamah segera menjadi kenyataan. Air laut yang masuk ke dalam perahu semakin deras dan akhirnya membuat perahu itu tenggelam. Legenda Pulau Senua Tubuh Baitusen dan Mai Lamah hanyut terbawa gelombang air laut dan terdampar di pantai Bunguran Timur. Angin kencang dan hujan turun dengan derasnya ketika tubuh sepasang suami istri itu tiba di pantai. Tak terduga kilat menyambar tubuh Mai Lamah yang berbadan dua itu berkali kali dan merubahnya menjadi batu. Seiring berjalannya waktu, batu jelmaan tubuh Mai Lamah bertambah besar dan menjadi sebuah pulau. Oleh masyarakat sekitar pulau yang terletak di ujung Tanjung Senubing, Bunguran Timur itu dinamakan Senua yang berarti satu tubuh berbadan dua. Saat ini Pulau Bunguran terkenal sebagai pulau sarang burung walet yang konon merupakan jelmaan dari perhiasan yang dikenakan Mai Lamah. Pesan moral dari Legenda Pulau Senua adalah janglah menjadi orang yang sombong dan kikir. Kita membutuhkan orang lain dalam kehidupan kita. Oleh karenanya bertingkah lakulah yang baik agar bisa diterima oleh masyarakat. Baca legenda terbaik kami lainnya Cerita Legenda Di Indonesia Asal Muasal Sungai KawatCerita Dongeng Singkat Fabel Tupai dan Ikan GabusContoh cerita rakyat pendek dari Nusa Tenggara TimurContoh Cerpen Anak Dari Legenda Nusa Tenggara TimurCerita Dongeng Anak Pendek Legenda Sari BulanKumpulan Cerita Legenda Dari Nusa Tenggara Barat Batu GologKumpulan Cerita Rakyat Indonesia dari BaliDongeng Anak Indonesia Gede Gusti PasekanCerita Legenda Indonesia – Dongeng Rakyat Yogyakarta Terbaik Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Identitas BukuJudul Buku Laut BerceritaPenulis Leila Salikha Chudori Tebal Buku 379 Penerbit Kepustakaan Populer GramediaCetakan 33Tahun Terbit 2022Ringkasan Buku Menceritakan kisah kehidupan Biru Laut dari sudut pandang orang pertama yang mengkisahkan kembali seluruh perjalanan hidupnya saat jarak kematian dengan dirinya hanya dalam satuan detik. Kisah awal adalah tentang tokoh-tokoh yang ada dalam sekeliling Laut yaitu Kinan, Alex,Daniel, Sunu dan Bram dengan latar tempat di Seyegan dalam keluarga keluarga yang mengagumi sastra. Menjadikan Laut dan Adiknya memiliki referensi bacaan sastra sejak kecil. Hal ini tidak luput dari pekerjaan Ayah Laut yang merupakan seorang wartawan, sedangkan Ibu Laut adalah seorang Ibu Rumah Tangga yang memiliki keterampilan dalam mengolah bumbu dapur. Laut juga memiliki seorang adik bernama Asmara Jati yang juga tertarik terhadap sastra, akan tetapi asmara hanya menjadikan sastra sebagai bahan bacaan. Karena Asamara lebih memiliki ketertarikan terhadap hal-hal yang bersifat sains dan pasti. Berbeda dengan Laut yang justru sangat tertarik untuk mengerti lebih dalam tentang sebuah karya sastra. Inilah salah satu hal yang melatarbelakangi jiwa aktvisme yang terdapat dalam diri Laut menjadi salah satu Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Gadjah Mada, sedangkan Kinan adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik FISIP. Masa lalu Kinan,Laut dan Bram bersinggungan karena memiliki latar kehidupan dalam lingkungan yang sudah dihadapkan pada realitas sosial ketidakadilan yang terjadi pada saat itu. Kesukaan mereka terhadapn sastra dan kesadaran akan terdapatnya ketidakadilan sosial yang berakar dari sistem politik akhirnya menyatukan ikatan diantara mereka bertiga. Mereka membentuk kelompok perlawanan Wirasena dan Winatra untuk melawan orde baru, karena tata kelola kenegaraannya banyak bersebrangan dengan berbagai pandangan hidup mereka yang ideal. Salah satu contoh sederhanya adalah tentang pemalsuan sejarah dan pelarangan sastra yang dianggap membahayakan laut diangkat sebagai sekjen Wirasena dan Bram sebagai romansa adalah ketika Biru bertemu Anjani seorang Mahasiswi seni rupa ISI Institut Seni Indonesia yang menjadi salah satu bagian dari aktivis Taraka yang menjadi bagian dari simbol gerakan perjuangan pada saat itu. Ratih Anjani yang juga memiliki pengetahuan akan cerita Mahabarata dan Ramayana, serta mampu membuat sebuah cerita akan Rama dan Sinta menjadi lebih menarik . Pertemuan pertama antara Laut dan Anjani justru langsung membuat Laut jatuh cinta pada anggota Winatra terhadap Naratama adalah bumbu yang mempu membuat pembaca menempuh ruang imajinasi dan menerka kebenaran dari tuduhan tersebut. Perjuangan aktivis mahasiswa yang tetap berani meskipun disiksa dan nyawa yang terancam merupakan simbol perjuangan melawan ketidakadilan yang dialami oleh rakyat saat itu. Dalam berbagai kejadian diilustrasikan bahwa rakyat yang rela berkorban untuk membantu dan melindungi mahasiswa dari ancaman aparat yang menjadi mata dan telinga akhirnya beberapa mahasiswa dihilangkan dan tidak jelas keberadaannya. Mereka yang dihilangkan tetap hidup selamanya dalam diri keluarga,saudara,kekasih dan sahabat. Mereka yang dihilangkan dengan ketidaksatian menghadirkan penyangkalan dalam diri orang-orang tersayang. Seperti dalam keluarga Biru Laut yang selalu mengadakan ritual makan bersama setiap minggu dengan tetap menyertakan satu piring kosong untuk Laut sebagai harapan kembalinya sosok Sulung dalam keluarga. Cerita yang dihadirkan menjadi pengingat perjuangan tentang kebenaran dan melawan ketidakadilan yang terus tumbuh dan bertambah dalam diri manusia manusia lain, baik yang memiliki hubungan dengan mereka yang dihilangkan ataupun masyarakat umum lainnya. Perjuangan mereka diteruskan dengan perjuangan baru oleh orang-orang yang terus mencari kebenaran tentang nasib abang,anak,kekasih,sahabat dan anggota keluarga menjadi sangat berisi karena mengenalkan berbagai karya sastra lain baik dari dalam negeri maupun luar negeri, seperti karya sastra Amerika Latin dan juga selain itu dalam novel ini terdapat pengetahuan akan berbagai aksi dalam sejarah perjuangan aksi mahasiswa dan rakyat indonesia, mulai dari aksi Blangguan, Bungurasih dan sampai saat ini yang masih di jumpai adalah Aksi Kamisan. Seperti dalam karya Leila S. Chudori yaitu Novel Pulang, tokoh utama adalah tokoh yang memiliki ketertarikan dan keahlian pada hal masakan dan kisah perwayangan mahabarata dan ramayana selalu menjadi bagian menarik dalam membangun karakter tokoh-tokoh yang Buku"Kita harus belajar kecewa bahwa org yg kita percaya ternyata memegang pisau dan menusuk punggung kita". 30"Setiap langkahmu, langkah kita, apakah terlihat atau tidak, apakah terasa atau tidak, adalah sebuah kontribusi, Laut". 183"....jangan takut kepada gelap. Gelap adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Pada setiap gelap ada terang meski hanya secercah, meski hanya di ujung lorong". 225."Ketidaktahuan dan ketidakpastian kadang-kadang jauh lebih membunuh daripada pembunuhan". 256."Jika jawaban yang kalian cari tak kunjung datang, jangan menganggap bahwa hidup adalah serangkaian kekalahan". 366 1 2 Lihat Hobby Selengkapnya